APLIKASI ARSITEKTUR EKOLOGIS PADA BANGUNAN SEKOLAH ALAM TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN KARANGANYAR

Siwi Caraka Murtiarsi, Wiwik Setyaningsih, Ana Hardiana

Abstract


Secara global SDGs mendukung peningkatan pembangunan masyarakat melalui pendidikan. Hal ini di Indonesia diaplikasikan melalui  NAWACITA. Beberapa karakter pendidikan diantaranya adalah pendidikan alternatif yaitu sekolah alam. Sekolah alam adalah sekolah yang berwawasan lingkungan yang lebih cenderung praktik daripada teori. Tujuan peracangan ini adalah merancang sekolah alam yang mampu menjadi wadah pendidikan alternatif sekolah dasar di Karanganyar dengan pendekatan ekologis. Arsitektur ekologis adalah arsitektur yang berusaha menyelaraskan hubungan antara manusia dengan alam serta bersifat holistic mencakup segala bidang Metode perancangan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif terdiri atas identifikasi masalah dan tujuan, pengumpulan data, analisis, serta merumuskan konsep. Hasil dari perancangan ini merupakan kriteria desain yang digunakan pada analisis mengkolaborasikan 4 prinsip arsitektur ekologis dengan 6 tolok ukur bangunan hijau. Kriteria desain tersebut menghasilkan konsep tapak yang memerhatikan lingkungan, konsep masa dan tampilan hemat energi, konsep struktur ramah lingkungan, serta konsep utilitas yang mendukung pengadaan sumber energi alternatif.

               

Kata kunci: sekolah alam, Aristektur Ekologis, Karanganyar


Full Text:

PDF

References


Ambarwati, L., S, B. S., & Soekirno, A. (2013). PERANCANGAN SEKOLAH ALAM DENGAN MATERIAL ALAMI DI KOTA BATU.

Frick, H. (1996). Arsitektur dan Ekologis. Kanisius.

Greenship, P. P., Kriteria, R., & Tolok, D. A. N. (2013). GREENSHIP RATING TOOLS GREENSHIP untuk BANGUNAN BARU. April.

Latifa, U. (2017). Aspek Perkembangan pada Anak Sekolah Dasar : Masalah dan Perkembangannya. Journal of Multidisciplinary Studies, 1(2), 185–196.

Piaget, J. (1966). The Origin of Intelligence in Children. International Universities Press, Inc.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.