DESAIN GEDUNG PELAYANAN JANTUNG TERPADU DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT

Nuzula Aulia Sari, Untung Joko Cahyono, Leny Pramesti

Abstract


RSUD Arifin Achmad merupakan rumah sakit di Pekanbaru yang melayani pelayanan penyakit jantung dalam salah satu pelayanannya. Namun, sarana dan prasara yang tersedia masih kurang memadai. Sehingga dibutuhkan gedung tersendiri dengan desain khusus untuk peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya secara fisik namun juga secara psikologis. Metode perencanaan dan perancangan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang diawali dari mengidentifikasi isu dan tujuan, lalu mengumpulkan data dari hasil observasi di lapangan, dilanjutkan dengan studi literatur yang terkait dengan rumah sakit, kemudian dilakukan studi preseden pada arsitektur rumah sakit jantung dan pembuluh darah, selanjutnya dilakukan analisis dan merumuskan konsep. Dari proses analisis dihasilkan penerapan healing environment terhadap gedung pelayanan jantung yang diterapkan pada perencanaan tapak, bentuk/gubahan massa serta pada tampilan ruang eksterior maupun interior yang dapat mengurangi tingkat stress atau perasaan tertekan pada pasien dan pengguna gedung. Hasil dari penelitian berupa desain dengan pengaplikasian prinsip-prinsip healing environment (warna, pencahayaan/ penghawaan, view/ pemandangan, tekstur, suara/ kontrol terhadap kebisingan, aroma, serta seni) diharapkan dapat memberi respon positif dan dukungan psikologis pada seluruh pengguna gedung pelayanan jantung.

 

Kata kunci: Healing Environment, Jantung Koroner, Gedung Pelayanan Jantung, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru


Full Text:

PDF

References


Aripin, S. (2006). Healing architecture: a study on the physical aspects of healing environment in hospital design. Proceedings of the 40th Annual Conference of the Architectural Science Association (ANZAScA), Adelaide, South Australia (pp. 22-25).

Aripin, S. (2007). Healing Architecture: Daylight in Hospital Design. 40th Annual Conference of the Architectural Science Association ANZAScA. 5(7), 342-349.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2019. Laporan Nasional RISKESDAS Tahun 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 627 hal.

Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Penyakit Tidak Menular. 2012. Kementrian Kesehatan RI.

Direktorat Bina Pelayanan penunjang Medik dan Sarana Kesehatan Direktorat Bina Upaya Kesehatan (2012). Pedoman Teknis Bangunan RS Kelas B Kementrian Kesehatan RI.

Eckerling, Maria. 1996. Healing Gardens. English : 1 library worldwide.

Jones, Ken and Debra Creedy. 2012. Health and Human Behavior Third Edition. Oxford University Press: United Kingdom.

Mitra, M., Gustina, T., Mardani, S., Matwimiyadi, M., Alamsyah, A., & Muhammadiyah, M. (2011). Surveilens Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Jurnal Kesehatan Komunitas, 1(2), 89–96. https://doi.org/10.25311/keskom.vol1.iss2.15

Putri, D. H. Wibisono, A. Widihardjo Widihardjo. 2013. Relasi Penerapan Elemen Interior Healing Environment pada Ruang Rawat Inap dalam Mereduksi Stress Psikis Pasien. Jurnal Desain Interior.

Riau.go.id. (2018, 6 Novermber). Setiap Tahun, 18 Ribu Warga Riau Terserang Jantung Koroner, Setengahnya Meninggal. Diakses pada 23 Desember 2022, dari https://www.riau.go.id/home/skpd/2018/11/06/4667-rsud-aa-setiap-tahun-18-ribu-warga-riau-terserang-jantung-koroner-setengahnya


Refbacks

  • There are currently no refbacks.