PENERAPAN WISATA EDUKASI PADA IDE DESAIN BOYOLALI FARMHOUSE AGROTOURISM

Syarifah Nilla Farraz Fadhila, Hardiyati Hardiyati, Anita Dianingrum

Abstract


Tingkat konsumsi dan produksi susu sapi Indonesia saat ini lebih rendah dibandingkan kebutuhan menjadi prioritas Kementrian Perindustrian. Di sisi lain, Kabupaten Boyolali merupakan produsen susu sapi perah terbesar se-Jawa dan memiliki potensi geografis yang mendukung. Sehingga perlu wadah yang meningkatan produksi dan pengolahan susu sapi,  ekonomi masyarakat sekaligus mengedukasi peternak lokal dan masyarakat, serta sarana rekreasi yang edukatif, yakni wisata edukasi peternakan sapi. Metoda perancangan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Tahap pertama mengidentifikasi permasalahan mengenai peternakan sapi perah dan produksi pengolahan susu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Selanjutnya pengumpulan dan pengolahan ide dengan mencari data obyek berupa wisata edukasi peternakan sapi perah dan pengolahan susu mencakup penerapan kriteria 5A (attraction, ancillary services, accessibilities, activities, serta amenities. Hasil yang didapatkan berupa pengolahan kriteria tersebut ke dalam ide desain tiga zona utama yakni zona wisata, pengolahan susu, serta peternakan sapi dengan adanya ruang animasi, workshop, galeri, factory tour, serta tour pada peternakan sapi sehingga pengunjung mendapatkan aktivitas belajar yang menyenangkan sembari dipandu oleh pemandu wisata sebagai layanan tambahan. Selain itu, terdapat fasilitas pendukung seperti restoran serta main dairy shop sebagai penunjang kegiatan pengunjung. Ketiga zona tersebut ditempatkan sesuai dengan alur kegiatan pengunjung sehingga memiliki aksesibilitas yang baik dan teratur.

kata kunci: wisata edukasi, peternakan sapi perah, pengolahan susu sapi, Boyolali.

 


Full Text:

PDF

References


Andaruisworo, S. (2014). Agribisnis Teknik Perah. Surabaya: Jenggala Pustaka Utama.

Astati. (2013). Manajemen Teknik Perah. Makassar: Alaudin University Press.

BPS Kabupaten Boyolali. (2020). Produksi Susu Kabupaten Boyolali. Kabupaten Boyolali Dalam Angka.

BPS Kabupaten Boyolali. (2021). Produksi Susu Kabupaten Boyolali. Kabupaten Boyolali Dalam Angka.

Green, T. B. (2023, February 13). 14 Patterns of Biophilic Design. Retrieved from https://www.terrapinbrightgreen.com/reports/14-patterns/#the-patterns

Maryani, E. (1991). Pengantar Geografi Pariwisata. Bandung: IKIP.

Muljana, W. (1982). Pemeliharaan dan Kegunaan Ternak Sapi Perah. Semarang: CV Aneka.

Neufert, E. (1996). Data Arsitek Jilid I. Jakarta: Erlangga.

Neufert, E. (2002). Data Arsitek Jilid II. Jakarta: Erlangga.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 100/Permentan/OT.140/7/2014. (2014). Pedoman Pembibitan Sapi Perah yang Baik. Jakarta: BNRI.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 Tahun 2010-2025. (2010). Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional.

Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2008 Tentang Kebijakan Industri Nasional. (2008).

Pitana, I Gede, & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Rokhayati, & Arif, U. (2019). Prospek Budidaya Sapi Perah di Gorontalo. Gorontalo: UNG Press Gorontalo.

Ryan, C., Browning, W., Clancy, J., Andrews, S., & Kallianpurkar, N. (2014). Biophilic Design Patterns. Emerging Nature-Based Parameters for Health and Well-Being in the Built Environment, 62.

Sirait, C. (2014). Proses Pengolahan Susu Menjadi Yoghurt. Bogor: Balai Penelitian Ternak.

SK Dirjen Peternakan Nomor 776/kpts/DJP/Deptan/1982. (1982). Syarat-Syarat Teknis Perusahaan Peternakan Sapi Perah.

Sugiama, A. G. (2014). Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Aset Pariwisata Edisi 1. Bandung: Guardaya Intimarta.

Syarief, M. Z., & Sumoprastowo, C. A. (1990). Ternak Perah. Jakarta: CV Yasaguna.

Zhong, W. (2022). Biophilic Design in Architecture and its Contributions to Health, Well-Being, and Sustainability. A Critical Review. Frontiers of Architectural Research, 114-141.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.