PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA PERANCANGAN BALAI REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL DI KABUPATEN MAGELANG

Herawati Isti Cholifah, Ahmad Farkhan, Fauzan Ali Ikhsan

Abstract


Melalui data milik WHO, didapati jika 80% penyandang disabilitas hidup di negara berkembang dan setengahnya tidak mendapat penanganan dengan layak. Termasuk penyandang disabilitas yang ada di Indonesia. Berdasarkan hasil SUSENAS tahun 2018, sebanyak 30,38 juta penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas dan 402.817 diantaranya adalah penyandang disabilitas intelektual. Kemudian jumlahnya terus meningkat akibat buruknya sikap masyarakat dan kurangnya sarana rehabilitasi bagi penyandang disabilitas intelektual. Untuk itu dibutuhkan adanya sebuah wadah khusus bagi penyandang disabilitas intelektual sebagai sarana rehabilitasi dan pembinaan supaya penyandang dapat diterima masyarakat dan tidak diperlakukan secara salah. Mengingat perilaku penyandang disabilitas intelektual cukup berbeda, maka arsitektur perilaku akan diterapkan sebagai konsep desain. Di mana perilaku penyandang dapat mempengaruhi bentuk bangunan maupun sebaliknya. Metode yang digunakan ialah metode deskripsi yang diawali penentuan ide, pengumpulan data, analisis berdasar arsitektur perilaku, dan diakhiri perumusan konsep desain. Hasil dari segi arsitektural berupa penerapan konsep arsitektur perilaku pada studi kasus desain Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual di Kabupaten Magelang.


Full Text:

PDF

References


(2019). Agregat Kabupaten Magelang. Semarang: DISPERMADESDUKCAPIL Prov JATENG.

BPS, B. P. (2016). Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah (Jiwa). Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Demirci, Z. (2018, 12 3). WHO: Jumlah Penyandang Disabiltas Dunia Meningkat Setiap Harinya. Retrieved from Anadolu Agency: https://www.aa.com.tr/id/dunia/who-jumlah-penyandang-disabiltas-dunia-meningkat-setiap-harinya/1328256

Ira Retnaningsih, Rahmat Hidayat. (2012). Representasi Sosial Tentang Disabilitas Intelektual Pada Kelompok Teman Sebaya. Jurnal Psikologi, 13.

Kabupaten Magelang. (n.d.). Retrieved from Wikipedia Ensiklopedia Bebas: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Magelang

Laurens, J. M. (2004). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: PT Grasindo.

Maulidya, S. (2020, September 13). Terapi Penghidupan dalam Menuju Kemandirian. Retrieved from Kompasiana: https://www.kompasiana.com/shifanamaulidya/5f5b392ad541df41d65f8684/terapi-penghidupan-dalam-menuju-kemandirian?page=all

Nilawaty, C. (2019, Juli 13). Tempat Rehabilitasi Sosial Terbaik untuk Anak Disabilitas. Retrieved from Tempo.co: https://difabel.tempo.co/read/1224105/tempat-rehabilitasi-sosial-terbaik-untuk-anak-disabilitas/full&view=ok

Shapiro, A. (2000). Everybody Belongs: Changing Negative Attitudes Toward Classmates with Disabilities. New York: Routledge Falmer.

Somantri, S. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama.

Sosial, K. (n.d.). Proses Layanan Rehabilitas Sosial Lanjut. Retrieved from BBRSPDI Kartini di Temanggung: https://kartini.kemsos.go.id/Layanan/resosla

Statistik, S. D.-B. (2018). Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

UU Nomor 19 Tahun 2011. (n.d.). tentang Penyandang Cacat.

UU Nomor 8 Tahun 2016. (n.d.). tentang Penyandang Disabilitas.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.