PERANCANGAN RUANG KONTEMPLASI DI KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN PENERAPAN LIMINALITY

Ramadian Adistya Andanto, Maya Andria Nirawati

Abstract


Dewasa ini, topik mengenai kesehatan mental telah banyak dibicarakan banyak kalangan muda.
Beberapa dari mereka tidak tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, beberapa yang
lain hanya diam termenung dan bertengkar dengan isi kepala, dan beberapa sisanya hanya ingin merasakan
ketenangan dalam hidupnya. Berkontemplasi atau secara harfiah berarti merenung dan berpikir dengan
sepenuh perhatian merupakan salah satu proses yang akan dan harus dihadapi oleh setiap manusia seiring
bertambahnya kedewasaan. Melalui Kontemplasi seseorang dapat menemukan makna hidup, mencapai
keputusan, dan mengambil langkah dalam menjalani kehidupan. Dalam Perancangan Ruang Kontemplasi,
proses kehidupan individu digambarkan oleh Pendekatan Liminality yang mengambil tempat sebagai
penggambaran keadaan seseorang dimana ia berada di ambang batas kehidupan serta isi pikirannya yang
morat-marit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menerapkan konsep liminality dalam
perancangan ruang kontemplasi di Kota Semarang. Liminality, sebagai suatu konsep antara dan transformatif,
diintegrasikan ke dalam proses perancangan ruang dengan tujuan menciptakan lingkungan yang mendorong
pengalaman kontemplatif dan perubahan psikologis. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali
potensi liminality dalam merancang ruang yang dapat menghasilkan pengalaman perantara antara dunia
sehari-hari dan keadaan kontemplatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi
perancang dalam memahami dan menerapkan konsep liminality dalam pengembangan ruang kontemplasi yang
dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Kota Semarang.


Full Text:

PDF

References


Basuki, K. H. 2019. Ruang Kontemplasi Sebagai Sarana dan Berapresiasi dengan Media Ruang Arsitektur yang Impresif. Universitas Lampung. Jurnal Arsitektur, Vol. 09, No. 1, Februari 2019, 53-66.

Connor-Smith, J. K., & Flachsbart, C. (2007). Relations between personality and coping: A meta-analysis. Journal of Personality and Social Psychology, 93(6), 1080–1107. https://doi.org/10.1037/0022-3514.93.6.1080.

Creswell, John W. 2016. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Edisi Keempat (Cetakan Kesatu). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Linley, P. A., & Joseph, S. (2009). Post Traumatic Growth. In Encyclopaedia Of Positive Psychology (pp. 1–4).

Mawarpury, Marty. 2018. Analisis Koping dan Pertumbuhan Pasca-trauma pada Masyarakat Terpapar Konflik. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, Vol 3, No 2 (2018): 211–222. DOI: http://dx.doi.org/10.21580/pjpp.v3i2.2818.

Santosa, Harry. Imajinasi dan Kreatifitas (Bagian Pertama). Universitas Brawijaya. inherent.brawijaya.ac.id/vlm/login/index.php Diunduh pada tanggal 13 September 2023 pukul 1:07PM.

Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). Posttraumatic growth: Conceptual foundations and empirical evidence. Psychological Inquiry, 15(1), 1–18. Diunduh dari https://www.researchgate.net/publication/280698717_Posttraumatic_Growth_Conceptual_Foundations_and_Empirical_Evidence

Hill, Amelia. 2011. The Quarter Life Crisis: Young, Insecure And Depressed. The Guardian. https://www.theguardian.com/society/2011/may/05/quarterlife-crisis-young-insecure-depressed Diakses pada 13 September 2023.

The Conversation. 2022. Data Bicara: Gangguan Kesehatan Jiwa Di Indonesia Naik Dalam 30 Tahun Terakhir, Perempuan Dan Usia Produktif Lebih Tinggi. https://theconversation.com/data-bicara-gangguan-kesehatan-jiwa-di-indonesia-naik-dalam-30-tahun-terakhir-perempuan-dan-usia-produktif-lebih-tinggi-191768 Diakses pada 13 September 2023.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.