PENERAPAN KONSEP MITIGASI STRUKTURAL PADA BANGUNAN MUSEUM DI PESISIR PANTAI WATUKARUNG

Muhammad Widad Bayuadi, Wiwik Setyaningsih, Yosafat Winarto

Abstract


Perubahan iklim global terutama pada abad 21 meningkat secara signifikan akibat perilaku pembakaran bahan bakar fosil yang tidak terkontrol khususnya pada negara berkembang. Perubahan iklim yang merusak keseimbangan alam memicu peningkatan frekuensi munculnya berbagai bencana alam. Peningkatan frekuensi bencana alam tersebut terjadi secara global sehingga diperlukan sistem untuk mencegah dampak yang lebih buruk. KTT PBB Polandia dan pertemuan tahunan IMF dengan World Bank tahun 2018 membahas perubahan iklim hingga tahun 2018 yang berdampak pada peningkatan frekuensi bencana. Meski telah diadakan banyak konferensi, hingga saat ini masih banyak wilayah yang rawan bencana seperti kawasan pesisir pantai di Indonesia yang belum berorientasi pada pengelolaan mitigasi. Kawasan pesisir pantai ini memerlukan penerapan konsep mitigasi struktural pada bangunan dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip mitigasi sesuai karakteristik dan potensi Pesisir Pantai Watukarung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan konsep pendekatan mitigasi bencana struktural pada massa museum dalam kawasan eduwisata mitigasi bencana. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitif yang menggunakan data dan sampel untuk merumuskan konsep perencanaan yang diterapkan. Hasil dari penelitian berupa konsep penerapan bangunan yang menggunakan konsep mitigasi bencana secara struktural dengan penerapan pola keseimbangan bangunan, struktur bangunan, penzonaan bangunan, dan perangkat peredam guncangan bangunan yang dapat meredam guncangan semaksimal mungkin sehingga mendekati titik 0 getaran.

Full Text:

PDF

References


Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2012, Indeks Risiko Bencana Indonesia, Jakarta: BNPB

BAPPENAS, 2010, Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana. Jakarta: Badan

Perencanaan dan Pembangunan Nasional dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Edgar, D., 1940, Building a learning environment. Los Angeles: Phi Delta Kappa Educational

Foundation dan Bloomington, Ind.

Japan Institute of Architect dan Japan Aseismic Safety Organitation (JASO), 2015, Earthquakeresistant

Design for Architect. Tokyo: Brocade

MAPIPTEK, 2009, Survei dan Pemetaan Nusantara. Jakarta: BAKOSURTANAL

Suparno, M. Y. , 2009, Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka

White, Gilbert F., 1974, Natural hazards, local, national, global, Oxford: Oxford University Press

Winarto, Y., Wiwik Setyaningsih, E., danYuliani, S.2018, Kawasan Wisata Ekologis Berkelanjutan

Yang Tanggap Bencana di Pacitan, Jawa Timur. Jurnal Arsitektura 2019. Vol 17. No.1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.