EFEKTIVITAS SISTEM MEMUSAT PADA TATA MASSA WISATA TELAGA MADIRDA DI KARANGANYAR

Muhammad Naufal Hilmy, Tri Joko Daryanto, Titis Srimuda Pitana

Abstract


Tata masa memiliki peran penting dalam perencanaan wisata Telaga Madirda. Tata masa dapat mempengaruhi keberadaan telaga sebagai objek wisata utama dan dapat memudahkan pengunjung dalam menikmati ragam kegiatan wisata yang ditawarkan. Namun, Penataan masa yang tidak bijak dapat memperlemah keberadaan Telaga sebagai atraksi wisata dan dapat mempersulit pengunjung wisata dalam mencari ruang yang memiliki fungsi berdekatan. Permasalahan yang harus diselesaikan adalah bagaimana mengolah tata massa dengan mempertimbangkan kedekatan fungsi bangunan, dan bagaimana mengolah tata massa wisata Telaga Madirda supaya mampu memperkuat keberadaan Telaga. Metode analisa yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menentukan hubungan zona, sedangkan analisis komparatif digunakan untuk menentukan pengelolaan tata massa dengan cara membandingkan sifat organisasi spasial dengan kriteria desain. Hasil analisis berupa tata massa pada wisata Telaga Madirda terkait dua aspek yaitu:
(1) pengelolaan zona terdiri dari zona atraksi, zona penunjang, zona service, zona penginapan, zona parkir, dan zona penerima; (2) serta, pengelolaan organisasi spasial dengan telaga sebagai pusat orientasi. Tata massa dengan menggunakan sistem memusat dapat memperkuat keberadaan telaga sebagai pusat orientasi dan dapat mengefisienkan pengolahan kontur.


Full Text:

PDF

References


Ching, F. D. (2008). Arsitektur Bentuk, Ruang dan Tatanan edisi ketiga. Jakarta: Erlangga.

Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., Fyall, A., & Wanhill, S. (1993). Tourism Principles & Practice. England: Longman Group Limited.

Fauzi, A. N., Yuliarso, H., & Hardiana, A. (2019). Penerapan Arsitektur Ekologis pada Strategi Perancangan Kawasan Wisata Pantai Pasir di Kabupaten Kebumen. Senthong, 785-796.

Santi, M. Y., Setyaningsih, W., & Winarto, Y. (2019). Penerapan Prinsip Arsitektur Ekologis pada Pengembangan Resort Center di Kawasan Pantai Pancer Door Pacitan. Senthong, 469-478.

Soeroso, A. (2007). Konservasi Saujana Budaya Kawasan Borobudur: Zonasi Ulang dengan Pendekatan Ekosistem. Jurnal Manusia dan lingkungan, 14, 115-126.

Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan.

Zaenuri, M. (2012). Perencanaan Strategis Kepariwisataan Daerah Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: e-Gov Publishing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.