KONSEP EKOLOGI ARSITEKTUR PADA PUSAT OLAHRAGA DIRGANTARA DI WONOGIRI

Clarita Emallyn Farama Dani, Bambang Triratma, Mohamad Muqoffa

Abstract


Setiap tahunnya Kota Wonogiri menyelenggarakan acara kejuaraan olahraga dirgantara yang diadakan oleh Federasi Aero Sport Indonesia dan memiliki potensi wisata alam yang dapat mendukung kegiatan tersebut. Namun, prestasi dan pengetahuan masyarakat sekitar tentang olahraga dirgantara masih minim. Wonogiri sendiri belum memiliki atlet gantole professional. Potensi alam yang dimiliki Wonogiri pun belum dimaksimalkan. Hal ini dapat disebabkan karena adanya pertimbangan operasional, risiko, peralatan hingga pandangan olahraga ekstrem. Kurangnya fasilitas olahraga dirgantara bagi atlet maupun peminat wisata olahraga dirgantara sebagai olahraga yang aman sesuai dengan prosedur yang ada. Pusat Olahraga Dirgantara tidak bisa lepas dari kebutuhan alam lingkungan yang alami sebagai penunjang kegiatan didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi konsep ekologi arsitektur pada perancangan Pusat Olahraga Dirgantara di Wonogiri terkait dengan pelestarian sumber daya alam, penggunaan sistem bangunan yang hemat energi, dan penggunaan material lokal sehingga dapat memberikan timbal balik dan dampak yang positif bagi manusia maupun alam lingkungan. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menerapkan teori ekologi arsitektur. Hasil penelitian merupakan konsep terkait pelestarian sumber daya alam, penggunaan sistem bangunan yang hemat energi, dan penggunaan material lokal yang diwujudkan pada pengolahan tapak, pengolahan vegetasi, gubahan massa, dan bahan bangunan.

Full Text:

PDF

References


(PGPI), P. G. (2005). Retrieved September 19, 2019, from

http://www.paragliding.web.id/paralayang.php

Ahmad. (2015). Perancangan Pengembangan Wisata dan Olahraga Paralayang Di Gunung Banyak Kota Batu. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Frick, H., & Suskiyatno, B. (2007). Dasar-dasar Arsitektur Ekologis. Surabaya: Kanisius.

Nurdayaman, W. (2013). Desain Penataan Pengembangan Taman Wisata Sangraja Sebagai Sarana Peningkatan Kawasan Wisata di Majalengka. Jakarta: Universitas Indraprasta PGRI.

Rozan, A. K., Mustaqimah, U., & Muqoffa, M. (2019). Pendekatan Transprogramming pada gelanggang Olahraga di Kabupaten Banyumas. Senthong, Vol.2, No.2, Juli 2019, 775.

Santi, M. Y., Setyaningsih, W., & Winarto, Y. (2019). Penerapan Prinsip Arsitektur Ekologis pada Pengembangan Resort Center di Kawasan Pantai Pancer Door Pacitan. Senthong, Vol.2, No.2,

Juli 2019, 470.

Sendang, D. (2017). Retrieved 2020, from http://www.sendangpinilih.com

Sendang, D. (2017). Retrieved 2020, from www.sendang-wonogiri.desa.id

Tanudjaja, F. C. (1993). Arsitektur Modern : Tradisi-tradisi, dan aliran-aliran serta peranan politikpolitik. . Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.

Yeang, K. (2002). The Ecological Basis for Architectural Design. New York: McGraw-Hill Inc.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.