PENERAPAN LINGKUNGAN PEMULIHAN PADA PUSAT REHABILITASI NARKOTIKA DI YOGYAKARTA

Ajeng Oktaviona Diliantami, Tri Joko Daryanto, Ahmad Farkhan

Abstract


Penyalahgunaan narkotika terus bertambah tiap tahunnya. Narkotika sendiri memiliki banyak dampak negatif dari segi kesehatan, psikologi, dan juga sosial. Opsi rehabilitasi selalu menjadi pilihan pertama dari korban penyalahgunaan narkotika. Akan tetapi, di Indonesia sendiri tidak memiliki cukup banyak fasiitas rehabilitasi. Hal ini menyebabkan, banyak korban penyalahgunaan yang dimasukkan ke lapas yang sebenarnya kurang tepat. Maka dari itu diperlukan sebuah tempat rehabilitasi khusus narkotika yang dapat mewadahi rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sehingga pasien penyalahguna narkotika dapat kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan proses rehabilitasi. Fasilitas rehabilitasi membutuhkan penerapan lingkungan pemulihan agar mempercepat waktu pemulihan kesehatan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif, meliputi pengumpulan data melalui observasi, survey, serta tinjauan teori tentang proses rehabilitasi dan lingkungan pemulihan sebagai pedoman dari perancangan pusat rehabilitasi narkotika. Pendekatan yang digunakan pada lingkungan pemulihan yaitu, pendekatan alam, pendekatan indra, serta pendekatan psikologis yang diterapkan pada landscape dan program ruang. Hasil dari penelitian ini adalah konsep dan desain dari Pusar Rehabilitasi Narkotika dengan Pendekatan Lingkungan Pemulihan di Yogyakarta.

 

 

Kata kunci: rehabilitasi, narkotika, lingkungan pemulihan


Full Text:

PDF

References


Bartholomew, Mel. 2013. All New Square Foot Gardening II: The Revolutionary Way to Grow More in Less Space. Utah: Quarto Publishing

Bloemberg, F.C. 2009. Healing Environment in Radiotherapy: Recommendations Regarding Healing Environment for Cancer Patients. Belanda: Wageningen University

BNN. 2017. Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di 34 Provinsi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Penelitian Data dan Informasi Badan Narkotika Nasional

Dijkstra, Karin. 2009. Understanding Healing Environment: Effect of Physical Enviromental Stimuli on Patient’s Health and Well-being. Netherlands : Gildeprint Drukkerijen

Hakim, Rustam. 1993. Unsur Perancangan dalam Arsitektur Lansekap. Jakarta: Bumi Aksara

Kemenkes. 2011. Standar Pelayanan Terapi dan Rehabilitasi Gangguan Pengguna NAPZA. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI

Kurniati, Febriani. 2017. Peran Healing Environment terhadap Proses Penyembuhan. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada

Murphy, MR. 2008. The Impact of Facility Design on Patient Safety. Rockville: Agency for Healthcare Research and Quality


Refbacks

  • There are currently no refbacks.