KAMPUNG AMFIBI DI KELURAHAN PANJANG BARU PEKALONGAN

Arnu Maudina Bachtiar, Agus Heru Purnomo, Yosafat Winarto

Abstract


Banjir rob merupakan kejadian tergenangnya daratan akibat kenaikan permukaan air laut. Terjadinya banjir rob juga dapat akibat penggalian air tanah yang berlebihan sehingga terjadi penurunan tanah. Rob menjadi permasalahan di beberapa kota pesisir Laut Jawa. Salah satu daerah yang terdampak adalah Kelurahan Panjang Baru Kota Pekalongan dengan ketinggian banjir rata-rata 50-60 cm. Secara sosial dan ekonomi, keterikatan tempat warga cukup erat karena mata pencarian warga dan sebagian besar warga yang telah tinggal secara turun temurun. Tujuan dari penelitian ini berupa konsep rancangan kampung yang bersifat adaptif terhadap permasalahan lingkungan yang sering terkena banjir menggunakan konsep arsitektur amfibi dengan bentuk bangunan yang dapat mengapung menyesuaikan ketinggian air banjir dan kembali ke posisi semula saat air surut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif yang melewati tahapan identifikasi masalah, pencarian data primer dan sekunder, selanjutnya analisis perencanaan dan perancangan yang akan menghasilkan sebuah konsep perencanaan dan perancangan yang kemudian ditransformasikan ke dalam sebuah desain. Hasil dari penelitian ini berupa konsep kampung amfibi yang bersifat adaptif terhadap banjir rob dengan proyeksi pengolahan, sirkulasi, peruangan, fasad, struktur dan utilitas kawasan tanpa menghilangkan unsur karakter lokal.

Kata kunci: Banjir Rob, Kampung Amfibi, Arsitektur Amfibi, Keterikatan Tempat, Kelurahan Panjang Baru


Full Text:

PDF

References


Dony, A. (2020). Banjir Rob di Pekalongan Rendam Dua Kecamatan, Ribuan Warga Terdampak (p. 1).

Retrieved from https://regional.kompas.com/read/2020/06/04/09083871/banjir-rob-dipekalongan-rendam-dua-kecamatan-ribuan-warga terdampak.

English, E. (2009). Amphibious Foundations and the Buoyant Foundation Project: Innovative Strategies for Flood-Resilient Housing. Road Map Towards a Flood Resilient Urban Environment, (January), 25–27. Retrieved from

http://buoyantfoundation.org/pdfs/ECEnglish_ParisUFMpaper_nov2009.pdf.

Nomeritae, N., Wijanarka, W., & Waluyo, R. (2020). Buoyancy and Stability Analysis of Ark’a Modulam Amphibious Foundation Model. Journal of Infrastructure & Facility Asset Management, 2(1), 41–50. https://doi.org/10.12962/jifam.v2i1.6906.

Pemerintah Kota Pekalongan. (2011). Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pekalongan Tahun 2009-2029. Perda Kota Pekalongan Nomor 30 Tahun 2011, 77.

Salim, M. A., & Siswanto, A. B. (2018). Penanganan Banjir Dan Rob Di Wilayah Pekalongan. Jurnal Teknik Sipil, 11, 1–8. Retrieved from http://jurnal.untagsmg.ac.id/index.php/jts/index.

Wijanarka, Waluyo, R. (2017). The Innovation of Flood Resistant Foundation : Development Study And Reliability of Ark ’ a Modulam ( Module of Amphibious ), With Various Floating Materials Through The Model Physical Test. 2017, 106–111.

Wijanarka, Waluyo, R. (2019). Model Pengembangan Fondasi Anti Banjir Berdasarkan Ark ’ A Modulam. 12(2), 1–12.

Wijanarka. (2018). Arsitektur Amfibi dan Studi Pengembangan Ark’a Modulam. Artikel popular IPLBI, 1-7. Retrieved from https://iplbi.or.id/arsitektur-amfibi-dan-studi pengembanganarkamodulam/.

Wijanarka. (2019). Buku Ajar Arsitektur Amfibi. Purwodadi, Indonesia: CV Sarnu Untung, 1, 102.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.