RUMAH SUSUN DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI DI JAKARTA TIMUR

Yudia Putri Maulidina, Ana Hardiana, Titis Srimuda Pitana

Abstract


Perpindahan penduduk dalam skala besar ke DKI Jakarta, khususnya Jakarta Timur, menyebabkan beberapa dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah kepadatan penduduk yang juga menyebabkan adanya tempat tinggal yang tidak layak seperti permukiman di bantaran sungai atau kali. Perencanaan pemerintah dalam pembangunan rumah susun untuk mengurangi permukiman kumuh belum dikatakan berhasil karena pengelolaan dan perawatan yang tidak baik. Dampak negatif lainnya adalah hiruk pikuk kemacetan yang terjadi di Jakarta juga menjadi penyebab stress di Kota Jakarta, dimana Jakarta berada di posisi ke-6 untuk kota dengan tingkat stress tertinggi di dunia. Tujuan dari penelitian ini berupa konsep perencanaan dan perancangan rumah susun yang dapat mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi penghuninya dengan konsep fenomenologi yang digunakan sebagai cara berpikir filosofis. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dan intrepetative phenomenological analysis (IPA) dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis dan sintesis, kemudian dibentuk ke dalam sebuah desain. Hasil dari penelitian ini adalah konsep perencanaan dan perancangan rumah susun dengan pendekatan fenomenologi di Jakarta Timur yang mampu mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal dari berbagai aspek kenyamanan dan keamanan.

Full Text:

PDF

References


Akbar, A. (2020, Maret 06). Berapa Kepadatan Penduduk DKI Jakarta Saat Ini. Retrieved from Portal Statistik Sektoral Provinsi DKI Jakarta: http://statistik.jakarta.go.id/berapa-kepadatan-penduduk-dki-jakarta-saat-ini/

Badan Pusat Statistik Jakarta. (2020). Retrieved from Bappeda Provinsi DKI Jakarta: https://bappeda.jakarta.go.id/front/read/375

Badan Pusat Statistik Kota Jakarta TImur. (2021). Kota Jakarta Timur dalam Angka 2021. Jakarta: BPS Kota Jakarta Timur.

Bertens, K. (2014). Filsafat Barat Kontemporer Jilid I: Inggris dan Jerman. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Christy, F. E. (2020, February 4). Jakarta: Kota dengan Tingkat Stress Keenam di Dunia. Retrieved from Tempo.co: https://data.tempo.co/data/594/jakarta-kota-dengan-tingkat-stress-ke-enam-dunia

Kuswarno, E. (2009). Metode Penelitian Komunikasi: Fenomenologi. Bandung: Widya Padjajaran.

Littlejohn S.W. and Foss, K.A. (2005). Theories of Human Communication. Belmont: Thomson Learning Academic Resources Center.

Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 135 Tahun 2019. (n.d.).

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi. (n.d.).

Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 Tentang Rumah Susun. (n.d.).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun. (n.d.).

Veralosdela, R. N. (2021, Januari 19). Jakarta Keluar dari Daftar Kota Termacet di Dunia, Apa Indikator Penilaiannya? Retrieved from Kompas.com: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/01/19/13311801/jakarta-keluar-dari-daftar-kota-termacet-di-dunia-apa-indikator?page=all#:~:text=Pada%20tahun%202019%2C%20Jakarta%20berada,tingkat%20kemacetan%20sebesar%2036%20persen.

Zumthor, P. (2006). Atmospheres. Berlin: Birkhauser Verlag AG.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.