PENERAPAN UNSUR LOCAL WISDOM PADA PERANCANGAN ARSITEKTUR JOGJA CREATIVE HUB
Keywords:
Creative Hub, Local Wisdom, Ekonomi Kreatif, Kota YogyakartaAbstract
Pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta berkembang sangat pesat setiap tahunnya. Namun, dari banyaknya kemajuan ekonomi di Kota Yogyakarta, mayoritas fasilitas yang dapat menampung para pelaku industry kreatif di Kota Yogyakarta tidak dapat mewadai berbagai macam subsector ekonomi kreatif terutama subsector unggulan di Kota Yogyakarta. Padahal Kota Yogyakarta memiliki factor pendukung yang cukup untuk mengembangkan ekonomi kreatif seperti, kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan potensi wisatanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menjadi wadah untuk para pelaku sektor industry kreatif dalam berkreasi dan menciptakan berbagai peluang, berinteraksi hingga berkolaborasi dengan komunitas kreatif di seluruh Jogja. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian teori dengan metode desain. Hasil penelitian menunjukkan perlunya kriteria desain dalam perancangan bangunan creative hub yang memfasilitasi tapak dan sirkulasi, massa dan struktur, ruang dan zonasi, serta bentuk dan tampilan dengan mempertimbangkan prinsip creative hub dan prinsip local wisdom.
References
Bappeda D.I.Yogyakarta. (2022, April). Data Statistik Sektoral Perencanaan dan Pengendalian Profil UMKM DIY. Retrieved from bappeda.jogjaprov.go.id: https://bappeda.jogjaprov.go.id/dataku/publikasi/detail/46-profil-umkm-diy
Matheson, & Easson. (2015). Creative HubKit : Made by hubs for emerging hubs. Retrieved from creativehubs.net: https://creativehubs.net/images/upload/Creative_HubKit.pdf
Nomalisa. (2024, Juni 11). Merangkul Kearifan Lokal: Permadani Budaya Yogyakarta. Retrieved from kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/nuredi/66684d0534777c12b236aa42/merangkul-kearifan-lokal-permadani-budaya-yogyakarta#:~:text=Inti%20dari%20kearifan%20lokal%20Yogyakarta%20adalah%20nilai-nilai%20komunal,royong%29%2C%20musyawarah-mufakat%20%28membangun%20mufakat
Pitana. (2011). Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia .
Purbadi, & Lake. (2019). Konsep Kampung Wisata Sejahtera, Kreatif, Cerdas dan Lestari Berkelanjutan Kasus Studi di Karangwaru Riverside, Yogyakarta. EMARA: Indonesian Journal of Architecture , 12-23.
Putra, H. S. (2006). Etnosains, Etnotek, dan Etnoart: Paradigma Fenomenologis untuk Revitalisasi Kearifan Lokal. Makalah dalam seminar “Pemanfaatan Hasil Riset UGM dalam Mendukung Peningkatan Daya Saing Indonesia”.
Rahyono. (2009). Kearifan budaya dalam kata. Depok: Wedatama Widya Sastra.
Siregar, & Sudrajat. (2017). Enabling Spaces: Mapping creative hubs in Indonesia. Retrieved from www.britishcouncil.id: https://www.britishcouncil.id/sites/default/files/mapping_creative_hubs_in_indonesia-_final.pdf
Thoring, K., & dkk. (2018). Design Principles For Creative Spaces. INTERNATIONAL DESIGN CONFERENCE - DESIGN 2018, 1969-1980.
Tim Tugu Jogja. (2019, Juli 5). Wagub DIY: Pertumbuhan Industri Kreatif di Yogyakarta Tinggi. Retrieved from Kumparan.com: https://kumparan.com/tugujogja/wagub-diy-pertumbuhan-industri-kreatif-di-yogyakarta-tinggi-1rPV40hAbUZ/full