IMPLEMENTASI TEKNOLOGI RUSPINDENGAN STUDI KASUS PENATAAN KAWASAN KUMUH PENGRAJIN BLANGKON DI KAMPUNG POTROJAYAN, SURAKARTA
Keywords:
home industri, Kampung Blangkon, penataan pemukiman, rumah modular, RUSPINAbstract
Penelitian ini membahas penerapan teknologi Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN) sebagai
solusi rumah modular pasca-penataan kawasan kumuh di Kampung Blangkon, Potrojayan, Surakarta. Rumah
dengan sistem RUSPIN menawarkan konstruksi cepat, tahan gempa, dan terjangkau bagi masyarakat
berpenghasilan rendah yang terdampak relokasi akibat kondisi pemukiman di atas area pemakaman.
Permasalahan utama mencakup integrasi struktur modular dengan kebutuhan home industri blangkon serta
kenyamanan termal dan pencahayaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan penghuni, dan analisis konten pada elemen
rumah seperti struktur, material, dan fungsi. Hasil menunjukkan bahwa RUSPIN pada Kmapung Blangkon
berhasil meningkatkan kualitas pemukiman dengan modul 4m x 6m dua lantai, pemanfaatan ruang untuk
produksi blangkon, serta modifikasi seperti atap transparan dan glassblock untuk pencahayaan alami. Namun,
material atap asbes menyebabkan peningkatan suhu ruang, sehingga diperlukan solusi tambahan untuk
kenyamanan termal. Penelitian ini menekankan potensi RUSPIN dalam penataan kampung tematik berbasis
industri kerajinan lokal.
References
Arini, S.C. (2024) 32 Juta Keluarga RI Tinggal di Hunian Tak Layak, SMF Sentil Program 3 Juta Rumah, detikFinance. Available at: https://finance.detik.com/infrastruktur/d-7401259/32-juta-keluarga-ri-tinggal-di-hunian-tak-layak-smf-sentil-program-3-juta-rumah#:~:text=Pemerintah Indonesia masih punya PR, rumah yang tidak layak huni.
Badan Pusat Statistik. (2003). Persentase rumah tangga kumuh perkotaan 40 ke bawah menurut provinsi. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTU2MSMy/persentase-rumah-tangga-kumuh-perkotaan-40-ke-bawah-menurut-provinsi.html
Badan Pusat Statistik. (n.d.). Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap hunian yang layak menurut provinsi (persen). https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTI0MSMy/persentase-rumah-tangga-yang-memiliki-akses-terhadap-hunian-yang-layak-menurut-provinsi--persen-.html
Maulida, R. W. (2015). Kerajinan blangkon di potrojayan sebagai cinderamata khas kota Solo
Rafik, A., Cahyani, R. F., & Kiswanto, H. (2024). Perbandingan Anggaran Biaya Antara Rumah Konvensional Dengan Rumah Teknologi Ruspin. Jurnal Gradasi Teknik Sipil, 8(1), 12-21.
Rahmat, A., Prianto, E., & Budi Sasongko, S. (2017). Studi pengaruh bahan penutup atap terhadap kondisi termal pada ruang atap. ARCADE Jurnal Arsitektur, 1(1), 35-40.
Ratih, I. I. K., Rahmawati, A. F., Mutmainah, L. A., & Purwanta, H. (2024). Development of the Blangkon Industry in Potrojayan Village 1995-2019. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 8(2), 12671-12680.
Zulfar, M. A., Enggarani, N. S., & SH, M. (2024). Peran Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan Kota Surakarta Mengenai Peralihan Fungsi Lahan Tanah Makam Menjadi Hunian Di Kampung Blangkon Serengan (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).