KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA PUSAT REHABILITASI ANAK DAN REMAJA KORBAN KEKERASAN DI JAWA BARAT

Authors

  • Neysa Kafka Katharina Sebelas Maret University image/svg+xml Author
  • Yosafat Winarto Author

Keywords:

healing environment, rehabilitasi, korban kekerasan, anak, remaja.

Abstract

 

Kekerasan merupakan sebuah perilaku menyimpang dengan menggunakan fisik maupun verbal terhadap orang lain yang mengakibatkan orang lain mengalami cedera, kematian, kerusakan psikologis, malfungsi, atau perampasan hak. Kekerasan yang terjadi di Indonesia meningkat sebanyak 200 kasus lebih setiap tahunnya dengan anak dan remaja yang menjadi korban utamanya (Sinfoni-PPA, 2024). Pusat rehabilitasi diperlukan sebagai tempat yang mendukung proses penyembuhan secara fisik maupun mental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, dan sintesis data. Konsep healing environment diterapkan pada pusat rehabilitasi dengan tiga aspek berupa lingkungan alam, bangunan, dan sosial. Desain yang dirancang memaksimalkan lingkungan alami sekitar dan mempertimbangkan kenyamanan psikologis pengguna dengan penggunaan elemen – elemen pendukung lainnya. Penerapan konsep healing environment pada rancangan pusat rehabilitasi diharapkan dapat menjadi pendukung pada proses pemulihan fisik dan mental bagi anak dam remaja korban kekeran.

References

Ardiansyah, F., Muqorona, M. W., Nurahma, F. Y., & Prasityo, M. D. (2023). Strategi Penanganan Pelecehan Seksual di Kalangan Remaja: Tinjauan Literatur. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal), 7(2), 81-90.

Darmawan, A. L., & Avenzoar, A. Pengaruh Penggunaan Warna Ruang terhadap Psikologis Pasien Rumah Sakit Ibu dan Anak. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 20(1), 15-21.

Fricke, O. P., Halswick, D., Längler, A., & Martin, D. D. (2019). Healing Architecture for Sick Kids. Zeitschrift fur Kinder- und Jugendpsychiatrie und Psychotherapie, 47(1), 27–33. https://doi.org/10.1024/1422-4917/a000635

Hidayat, A. R., & Damaiyanti, M. (2021). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Kekerasan Pada Remaja: Literature Review. Borneo Studies and Research, 3(1), 362-372.

Mardiyati, I. (2015). Dampak trauma kekerasan dalam rumah tangga terhadap perkembangan psikis anak. Jurnal Studi Gender dan Anak, I(2), 26-29.

Singh, S., Sabahat, M., & Qamrudiin, J. (2021). The impact of architecture in the process of healing & well-being. International Journal for Research in Applied Science & Engineering Technology, 9(3), 202-222.

UNICEF. (2016). World report on violence against children and adolescents. https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2017/10/Violence-against-children-brochure.pdf

World Health Organization. (2019). WHO Guidelines for the health sector response to child maltreatment. https://www.who.int/publications/m/item/who-guidelines-for-the-health-sector-response-to-child-maltreatment

World Health Organization (WHO). (2010). Rehabilitation: A Framework for Action. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-01-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA PUSAT REHABILITASI ANAK DAN REMAJA KORBAN KEKERASAN DI JAWA BARAT . (2026). Senthong, 9(1), 1-8. https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/article/view/27