PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA PERANCANGAN PUSAT INDUSTRI ANIMASI & GAME DEVELOPER DI KOTA SURAKARTA
Keywords:
industri kreatif, animasi, game developer, arsitektur kontemporerAbstract
Kota Surakarta sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan industri kreatif, khususnya animasi dan game developer, yang saat ini mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Masuknya kota ini sebagai Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO semakin menegaskan potensinya sebagai pusat industri kreatif. Industri animasi dan game developer di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dan kontribusi terhadap ekonomi kreatif nasional. Untuk mendukung potensi perkembangan industri ini, diperlukan pusat industri animasi dan game developer yang dirancang untuk tempat berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi, serta dapat mendukung kegiatan produksi, edukasi, dan rekreasi. Dalam proses perancangannya, prinsip arsitektur kontemporer diterapkan untuk menciptakan ruang yang dinamis, fleksibel, serta inovatif untuk mendorong kreativitas dan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif meliputi empat tahap, yaitu identifikasi permasalahan, pengumpulan data, analisis data, dan perumusan konsep. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan arsitektur kontemporer pada konsep desain. Pada tapak menerapkan prinsip kenyamanan hakiki, fasad transparan, eksplorasi elemen lanskap, serta material dan teknologi baru. Pada peruangan menerapkan prinsip harmonisasi ruang dalam dan luar, konsep ruang terbuka, dan kenyamanan hakiki. Pada bentuk dan tampilan menerapkan prinsip gubahan ekspresif dan dinamis, eksplorasi elemen lanskap, fasad transparan, serta material dan teknologi baru. Sedangkan pada struktur menerapkan prinsip material dan teknologi baru.
References
Agnia, P. (2024). Kota Solo Tembus 55 Kota Kreatif Dunia UNESCO: Menapaki Keunggulan Kesenian dan Budaya Lokal. https://surakarta.go.id/?p=30352
Bangsawan, M. I. (2017). PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF DI KOTA SURAKARTA MELALUI INSTRUMEN HUKUM PERIZINAN INDUSTRI KREATIF. Prosiding Seminar Nasional “Perizinan Sebagai Instrumen Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Era Industrialisasi (Citizen Friendly).”
Cerver, F. A. (2000). The World of Contemporary Architecture. Konemann.
Hidayat, A. S., & Nurdiana, E. (2016). STRATEGI PENGEMBANGAN SDM INDUSTRI KREATIF INDONESIA DALAM MENGHADAPI MASYAKARAT EKONOMI ASEAN PADA TAHUN 2016. Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC. www.neraca.co.id
Kemenparekraf. (2022). Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021/2022.
Kemenparekraf. (2023). Perkembangan Industri Gim di Indonesia, Raih Penghargaan Internasional. https://www.kemenparekraf.go.id/hasil-pencarian/perkembangan-industri-gim-di-indonesia-raih-penghargaan-internasional
Kemenparekraf. (2024). Perkembangan Industri Animasi di Indonesia Berpotensi Tembus Pasar Global. https://kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/perkembangan-industri-animasi-di-indonesia-berpotensi-tembus-pasar-global
Augita, A. M., Nirawati, M. A., & Winarto, Y. (2019). PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR KONTEMPORER DALAM PERANCANGAN RUANG KREATIF DI SURAKARTA.
Mulachela, A., Rizki, K., & Wahyudin, Y. A. (2020). Analisis Perkembangan Industri Game di Indonesia Melalui Pendekatan Rantai Nilai Global (Global Value Chain). IJGD: Indonesian Journal of Global Discourse, 2(2), 32–51.
Schirmbeck, E. (1988). Gagasan Bentuk dan Arsitektur: Prinsip-Prinsip Perancangan Dalam Arsitektur Kontemporer. Intermatra.
Wikayanto, A., Kruniawan, E., Yudhatama, & Yulianti, I. (2020). Indonesia Animation Report 2020.
Winoto, S. (2018). STRATEGI PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK KEBUTUHAN MD. ANIMATION (Studi Kasus Strategi Pelatihan di GMC Animation Solo). Jurnal Ilmiah Multimedia Dan Komunikasi, 3(2).