ARSITEKTUR REGIONALISMEPADA DESAIN HOTEL KONVESI DI SOLO
Keywords:
Regionalisme arsitektur, Hotel konvensi, Surakarta, Material lokal, Arsitektur tropisAbstract
Globalisasi di bidang arsitektur sering kali mendorong homogenisasi desain bangunan, yang menyebabkan hilangnya karakter budaya lokal pada kawasan perkotaan. Kota Surakarta, sebagai salah satu kota budaya di Indonesia, menghadapi tantangan serupa dalam menjaga identitas budaya lokalnya di tengah pembangunan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep arsitektur regionalisme pada perancangan Hotel Konvensi di Surakarta, dengan fokus pada elemen visual seperti bentuk, eksterior, dan interior bangunan. Hotel Konvensi dipilih sebagai objek penerapan karena perannya yang strategis dalam mendukung industri MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) sekaligus menjadi representasi arsitektur budaya lokal.
Metode penelitian melibatkan analisis data primer dan sekunder, melalui survei, dan kajian literatur. Data yang diperoleh digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan desain yang mampu mengintegrasikan elemen tradisional Jawa dengan konsep modern. Penerapan prinsip arsitektur regionalisme, seperti elemen budaya lokal, material setempat, dan respon terhadap iklim, bertujuan menciptakan desain yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas MICE berstandar internasional, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pedoman penerapan arsitektur regionalisme pada proyek-proyek masa depan di Surakarta, sekaligus menginspirasi upaya pelestarian identitas budaya lokal di tengah perkembangan arsitektur global.
References
Ariobimo, A., Sardiyarso, E. S., & Tundono, S. (2021). CIRI DAN APLIKASI ARSITEKTUR REGIONALISME PADA DESAIN BANGUNAN TERMINAL BANDAR UDARA DI SUKABUMI JAWA BARAT. Prosiding Seminar Intelektual Muda, 2(2). https://doi.org/10.25105/PSIA.V2I2.10298
Canizaro, V. B. (2007). Architectural Regionalism : Collected Writings on Place, Identity, Modernity, and Tradition. Princeton Architectural Press.
Chiara, J. De, & Callender, J. H. (1990). Time-Saver Standards for Building Types. Mc Graw-Hill.
Dharmatanna, S. W., & Hidayatun, M. I. (2021). Kajian Pendekatan Tactile Regionalisme dalam Arsitektur Osing. Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture, 3(1), 13–25. https://doi.org/10.9744/ACESA.V3I1.11038
Hidayatun, M. I., Prijotomo, J., & Rachmawati, M. (2014). Arsitektur Nusantara sebagai dasar pembentuk Regionalisme Arsitektur Indonesia. https://repository.petra.ac.id/id/eprint/17239
Hidayatun, M. I., Prijotomo, J., Rachmawati, M., Universitas, (, Petra, K., Teknologi, I., Nopember, S., & Rachmawati, D. M. (2014). ARSITEKTUR NUSANTARA SEBAGAI DASAR PEMBENTUK REGIONALISME ARSITEKTUR INDONESIA.
Jencks, C. (1991). The Language of Post Modern Architecture (Fourth edition). Rizzoli.
Lawson, F. R. (1981). Conference, Convention, and Exhibition Facilities : a handbook of planning, design, and management. Architectural Press.
Levitt, H. M., Bamberg, M., Creswell, J. W., Frost, D. M., Josselson, R., & Suárez-Orozco, C. (2018). Journal article reporting standards for qualitative primary, qualitative meta-analytic, and mixed methods research in psychology: The APA publications and communications board task force report. American Psychologist, 73(1), 26–46. https://doi.org/10.1037/AMP0000151
Lim, M., & Apritasari, Y. D. (2020). IDENTIFIKASI REGIONALISME MODERN BELITUNG SEBAGAI KRITERIA DESAIN TERMINAL BANDARA H.ASHANANDJOEDDIN. Jurnal Architecture Innovation, 4(1), 46–62. https://doi.org/10.36766/AIJ.V4I1.99
Mahadi, K. (Khairul), & Hidayat, T. (Teguh). (2013). Strategi Pengembangan Kota Surakarta Menjadi Kota Mice (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Planesa, 4(02), 212862. https://www.neliti.com/publications/212862/
Miles, M., & Huberman, A. (1992). Analisis Data Kualitatif. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=miles+dan+huberman+analisis+data+kualitatif&btnG=&oq=Miles+dan+Huberman
Moleong, J. (2003). Metode Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakaya. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Moleong+2003&btnG=
Nugroho, S. P., Setyawan, A. A., Isa, M., Susila, I., Praswati, A. N., & Mangifera, L. (2018). Strategi Pengembangan MICE sebagai Upaya Peningkatan Sektor Pariwisata Kota Surakarta. http://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/9911
Shobirin, A., Purnomo, A. H., Pitana, T. S., & Arsitektur, P. (2019). ARSITEKTUR REGIONALISME: PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR OSING PADA RANCANGAN HOTEL KONVENSI BINTANG 5 DI BANYUWANGI.
Solehah, S. I., & Ashadi, A. (2021). PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR REGIONALISME PADA BANGUNAN AULA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG. Lakar: Jurnal Arsitektur, 4(1), 23–33. https://doi.org/10.30998/LJA.V4I1.9033
Widodo, A. D., & Agustin, D. (2023). Kajian Penerapan Pendekatan Arsitektur Regionalisme pada Museum Batik Surakarta. Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur Dan Lingkungan Binaan, 21(1), 51–60. https://doi.org/10.20961/ARST.V21I1.67200