PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR BATAK PADA FASAD BANDAR UDARA DOMESTIK DI KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA

Windra Dwi Saputra, Widi Suroto, Kusumaningdyah Nurul Handayani

Abstract


Pada umumnya desain bandar udara yang menjadi pintu gerbang dari suatu kawasan kurang memiliki
keselarasan dengan kawasan yang ada di sekitarnya. Sementara keselarasan desain diharapkan dapat
mencerminkan nilai lokalitas di wilayah setempat. Pembangunan Bandar Udara Domestik di Kabupaten Dairi
dirasa penting, meskipun ada Bandar Udara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang. Hal ini
dikarenakan Bandar Udara di Kabupaten Dairi memiliki posisi yang strategis dan menjadi pusat penghubung
antar kota di perbatasan Kabupaten Dairi dengan Kabupaten Tapanuli, bahkan penghubung dengan Provinsi
Aceh Tenggara. Dengan kondisi demikian pada penelitian ini Arsitektur Neo-Vernakular digunakan sebagai
pendekatan dalam mengadaptasi sebagian maupun keseluruhan nilai- nilai lokalitas yang ada di dalam
arsitektur tradisional setempat secara lebih modern. Proses perencanaan dan perancangan pada Bandar
Udara Domestik dilakukan dengan menelaah empat bangunan arsitektur batak yang terdiri dari rumah
Melayu, rumah Karo, rumah batak Toba, dan rumah pak-pak Dairi. Adapun nilai yang dapat diambil dari
keempat rumah adat batak ialah nilai lokalitas yang ada di dalam arsitektur rumah batak yang terdiri dari nilai
fungsional dan nilai non-fungsional. Nilai fungsional terdiri dari empat bagian yakni, zona penerima, bukaan,
atap, dan dinding, sedangkan nilai non fungsional terdiri dari keseimbangan, irama, ornamen dan warna.


Full Text:

Untitled PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.